Nu-Substance Festival 2007-2012 (Common Room Networks Foundation, 2013)

Sudah tidak terasa pergelaran Nu-Substance Festival sudah dilangsungkan untuk yang keenamkalinya. Dari tahun ke tahun, Nu-Substance Festival memotret sejumlah perkembangan dalam ranah seni, budaya, dan lingkungan berkelanjutan baik dalam tingkat local maupun nasional. Sejumlah workshop, seminar, diskusi, pameran, konser, konferensi pers, pesta kostum,  dan kunjungan telah berhasil diselenggarakan. Kegiatan-kegiatan dalam Nu-Substance Festival diharapkan dapat merangsang energy kreatif para pelaku kreatif di Kota Bandung.

Apa yang ingin ditampilkan dalam Jurnal Nu-Substance Festival ini adalah berupa dokumentasi kegiatan yang selalu diselenggarakan setiap tahunnya. Nu-Substance Festival senantiasa hadir dengan beragam tema yang selalu kontekstual dengan isu mutakhir yang terjadi baik dalam tingkat local maupun internasional. Secara filosofis, Nu-Substance Festival ingin meneropong setiap lapisan persoalan yang terjadi dalam kehidupan social dan budaya masyarakat kita.

Sejak awal diselenggarakan pada tahun 2007, Nu-Substance Festival telah menjadi salah satu festival yang mendorong berbagai kegiatan di bidang seni, budaya, dan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pun melibatkan partisipasi dari berbagai kalangan mulai dari seniman, praktisi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Nu-Substance Festival mulai pertama kali mengambil tema secara lebih spesifik pada tahun 2009 dengan tajuk “Resonance”. Setelah pada dua tahun sebelumnya belum terlalu khusus mengambil satu tema tertentu. Pada 2010, Nu-Substance Festival hadir kali ini dengan tema “Floating Horizon”. Dalam konteks seperti itu, “Floating Horizon” memotret sebuah kondisi cakrawala yang mengambang (floating horizon), yang menyiratkan garis pertemuan dua titik ekstrim dari imajinasi kolektif yang saling tarik-menarik. Dualisme pandangan yang mewarnai persepsi dalam menghadapi kenyataan keseharian yang ada setidaknya telah melahirkan rasa gamang yang senantiasa menuntut kita untuk bersikap awas dan hati-hati.

Memasuki tahun 2011, Nu-Substance Festival mengusung tema “Polarities”. Tema ini disadari begitu kuatnya kutub-kutub yang mendorong terjadinya pergesekan social, karena kini dominasi kekuasaan justru tidak menjadi milik satu kutub tertentu. Pada 2012, Nu-Substance Festival hadir mengusung tema “Contested Space” di mana seolah-olah terjadinya konsestasi ruang di antara masyarakat kita.

Dalam buku ini kita akan meninjau berbagai pemaparan yang sangat kontekstual dengan filosofis Nu-Substance Festival itu sendiri untuk mendorong festival yang berlandaskan kebebasan berekspresi dan mendorong terjadinya keragaman seni dan budaya di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang ditampilkan dalam Nu-Substance Festival hanyalah potret dari beragamnya potensi seni dan budaya di Indonesia, terutama seni media baru.

Tak hanya menjadi dokumentasi kegiatan Nu-Substance Festival, diharapkan jurnal ini mampu memberikan pemetaan terbaru dalam perkembangan seni media baru dan budaya di Bandung khususnya dan Indonesia umumnya. Kemunculan komunitas music elektronik hingga kemunculan seni tradisi Karinding di Bandung merupakan salah satu dampak dari kegiatan Nu-Substance Festival.

Diharapkan manfaat dari hadirnya Jurnal Nu-Substance Festival 2007-2012 ini mampu memberikan gambaran penting tentang perkembangan mutakhir seni media baru. Akhir kata, semoga saja jurnal ini bisa bermanfaat buat kita semua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here