RRREC FEST IN THE VALLEY: Sebuah Catatan Dari Lembah Tanakita

Dalam novelnya yang paling terkenal, 69, Ryu Murakami menceritakan perjuangan sekelompok pemuda di Jepang dalam membuat sebuah festival musik sebagai perayaan kebebasan masa muda dan sebagai sebuah pergerakan kontra-budaya. Festival itu menjadi sebuah ruang...

Pure Saturday, Komunitas, dan Modal Sosial

Sabtu, 28 Maret 2015, Pure Saturday menggelar konser bertajuk “Open Wide: Special Show Pure Saturday and Friends” di City Light Convention Center (CLCC), Paris Van Java Mall, Bandung. Konser terbaru mereka selepas Juni 2013...

Gentrifikasi & Toko Rekaman Fisik

Setiap tahun para penggemar rilisan fisik merayakan antusiasmenya di Record Store Day. Pada hajatan yang pertama dimulai sejak 2007 ini setiap band dan label rekaman berlomba-lomba merilis karya dalam bentuk fisik baik itu berupa...

Musik dan Kota: Suatu Perspektif dari Bandung

Pada September 2015, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mencanangkan Bandung sebagai “Kota Musik”. Wacana ini memang sudah saya dengar sejak lama. Tiga tahun silam, pada acara rilis buku Ujungberung Rebels di Gedung New Majestic,...

AACC & Ingatan-Ingatan Tentangnya

Awal Februari 2008, saya satu dari sekian ratus manusia yang memadati Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC) – kini menjadi The New Majestic- untuk menyaksikan pergelaran konser band metal yang sedang merayakan perilisan albumnya...

Karena Kampus Bukanlah Pasar

Institut Kesenian Jakarta – atau disebut “Institut Kegaulan Jakarta” oleh Pepeng, drummer band Naif - seperti kawah candradimuka bagi band-band independen yang muncul pada pertengahan 1990-an dan awal 2000-an. Pada pertengahan tahun 1990-an, kita...

Based on True Story Pure Saturday (U&Kl Books, 2013)

Pure Saturday formed in 1994. They are one of Bandung’s indie scene pioneers. Their self-titledebut album was released in 1996, the first 5000 copies of which were sold innovatively via mailorder through a teen...

Like This: Kumpulan Tulisan Pilihan Jakartabeat 2009-2010 (Jakartabeat, 2011)

“Hal terbaik mengenai buku ini, selain tentu saja kualitas tulisan yang di atas rata-rata, adalah tulisan demi tulisannya membuat kita resah” (Rolling Stone) “The authors write like an older brother handing over his vinyl collection...

Music Records Indie Label (Dar Mizan, 2008)

“Yang Gogirl! Salut, buku ini juga berani ngasih petunjuk on how to make your own Record Label. Idhar ngajak pecinta musik yang bernyali untuk menjadi pemilik label. Yap, jangan puas dengan cuma jadi fans...

Persepsi dan Realitas dalam Kebudayaan Populer Kita

Beberapa hari yang lalu saya menonton talkshow televisi yang menampilkan bintang tamu paranormal Ki Joko Bodo bersama grup boyband-nya. Saya agak lupa siapa saja paranormal yang tergabung didalamnya. Grup boyband yang dinamakan Trio Mantra...